Bahagia Itu Kewajiban bukan Pemberian Orang Lain !!!
Jangan terlalu dengarkan omongan orang lain yang membuatmu sakit.
Jangan mencoba terlalu keras untuk membuat orang lain bahagia di atas dirimu sendiri.
Jangan mencintai orang lain diatas kamu mencintai diri kamu sendiri.
Diatas mungkin hanya sedikit pesan untuk diri sendiri dan kita semua. Namun, seringkali perihal tersebut membuat orang lain bertanya
"Manusia kan pada fitrahnya makhluk sosial, kenapa harus apa-apa diri sendiri dulu? Egois dong namanya?"
Yeah memang pertanyaan di atas memang tidak salah karena menusia memang pada fitrahnya adalah makhluk sosial yang selalu hidup berdampingan dengan orang lain. Manusia dilahirkan untuk selalu berdampingan dengan masyarakat sejak dia dilahirkan sampai akhir hayatnya.
Dengan menjadi manusia, kita selalu dituntut untuk saling memberi kepada sesamanya, termasuk kebahagiaan.
Yeah, saling memberi kebahagiaan memang terdengar menyenangkan. Tapi, pertanyaannya apakah kita memang benar-benar sudah adil terhadap pemberian kebahagiaan tersebut? Tetapi, jika adil kenapa ketika kita memberi "kebahagiaan" kepada orang lain justru kita sendiri yang nggak bahagia?
Memberi, mungkin kita lupa bahwa "kata memberi bisa ditujukan kepada semua makhluk hidup, termasuk diri kita sendiri". Tapi kayaknya kita seringkali dibuat lupa untuk memberi hak pada diri sendiri ya? Lupa bahwa kita juga butuh untuk diberi bukan hanya memberi, lupa bahwa kita juga manusi yang sama dengan mereka yang harus dipenuhi haknya. Memberi adalah kewajiban yang harus diiringi dengan pemberian hak–pemberian terhadap diri sendiri—.
"bagaimana kita mau "memberi"—kebahagian— kepada orang lain tetapi kita melalaikan "memberi hak" kepada diri sendiri"
Bukan tugas kita selalu mengutamakan orang lain diatas diri kita sendiri. Karena tugas kita adalah mengontrol, memfilter, dan membuat presentasi terhadap segala hal harus diberikan kepada orang lain dan diri kita sendiri—terutama kebahagiaan, omongan orang, rasa sakit, cinta, dsb—.
Penting bagi kita membuat presentasi tersebut karena disini terlalu banyak manusia yang sedang merasa patah, sakit, nggak bahagia, terluka yang nggak sedikit akhirnya menyebabkan depresi dan penyakit mental lainnya. Mereka terlalu memberikan kewajiban kepada orang lain tanpa memberikan hak kepada diri sendiri. Membiarkan diri sendiri terkukung dalam sebuah balutan luka dan rasa sakit yang kebanyakan adalah sebuah akibat dari diri kita sendiri.
"Penuhilah hak diri kamu sendiri sebelum memberikan kewajiban kepada orang lain. Entah rasa sakit, luka, ataupun bahagia adalah sebuah hal yang kamu juga punya kontrol untuk membuatnya ada ataupun tidak."

Komentar
Posting Komentar