KISAH SAYA: Kegagalan, Mimpi dan Sebuah Proses

 Okey, cerita singkat saya tentang sebuah proses yang semoga menjadi pembelajaran baik bagi kita semua.

Saya saya. Dulu saya pernah berada dalam zona dimana saya memiliki begitu banyak kesempatan tetapi saya menyia-nyiakannya, memilih tetap berada dalam zona nyaman, menuruti ego, lalu kemudian terjerembab secara perlahan. 


Saya yang sering menyepelekan, menganggap mudah semua hal, bersikap bodo amat terhadap pembelajaran dan sekolah, suka sekali kalau bolos sekolah ataupun Dispen untuk kegiatan. Ya itu adalah Saya 3 tahun terakhir ini.


Tetapi setelah begitu banyak kegagalan yang terjadi diakhir-akhir ini saya merasa menyesal, bukan menyesal terhadap semua kegiatan yg pernah saya ikuti, tetapi menyesal kepada diri saya sendiri, dimana saya terlalu banyak membuang kesempatan yang berada didepan mata saya, membuang begitu banyak waktu demi untuk memenuhi kesenangan ego dan nafsu saya. 


Tetapi setelah dua bulan lalu saya introspeksi diri saya lalu mencoba memperbaiki semua hal dalam diri saya. Saya mulai belajar kembali, saya kembali mengasah dan mengembangkan kualitas diri saya, dan ternyata itu menyenangkan sekali. Saya sudah yakin sekali, setelah saya kurang lebih kembali belajar dengan sepenuh tenaga, saya pasti akan bisa mewujudkan satu persatu mimpi saya.


Namun, ternyata Tuhan berkehendak lain, saya harus berteman dengan begitu banyak kegagalan. Tuhan ternyata masih ingin melihat saya untuk kembali berjauang lebih keras lagi. 


Tetapi apakah saya kecewa? Sedih? Ataupun marah? 

Tentu saja saya sedih, tapi saya tidak kecewa ataupun marah terhadap diri saya ataupun Tuhan. Saya menganggap itu adalah sebuah teguran dan motivasi untuk saya bisa berjuang lebih keras lagi. 


Disamping itu saya tetap merasa bangga terhadap diri saya –bagaimanapun kata orang–. Karena apa? Karena setidaknya saya sudah mau untuk mengaku salah terhadap perbuatan saya dimasa lalu, saya telah berdamai dan mau memperbaikinya. Selain itu, saya sudah berani untuk berjuang demi mimpi ketika banyak orang lebih memilih mundur ketika mereka tahu mimpi mereka terlalu tinggi. 


Yeah walaupun hari ini belum berhasil, setidaknya saya tetap bangga terhadap diri saya. Saya bangga sudah mau berjuang sampai detik ini. Dan satu hal yang saya dapatkan, belajarlah untuk mencari tau, belajarlah untuk diri sendiri, maka apapun hasilnya kau tidak akan kecewa.


Semoga kisah daya bisa menjadi kisah yang memotivasi dan memberikan pembelajaran baik untuk kita semua. Dan pesan saya untuk yang masih gagal, masih belum bisa mencapai mimpinya. Kalian hebat sudah mau berjuang sampai hari, jangan lelah, jangan menyerah, yuk kita kembali berjuang kembali.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Utuk Kau yang Pernah Hadir

My Memoriam